Location
Home > Legal Corner > Ini Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Kontrak Kerja Oleh Pengusaha Dan Pekerja

Ini Yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Kontrak Kerja Oleh Pengusaha Dan Pekerja

Gambar Ilustrasi

LEGAL CORNER, INDUSTRIAMAGZ – Perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak. Perjanjian kerja dibuat untuk waktu tertentu (“PKWT”) atau untuk waktu tidak tertentu (“PKWTT). Perjanjian kerja untuk waktu tertentu (“PKWT”) didasarkan atas: jangka waktu; atau selesainya suatu pekerjaan tertentu.

Indra Kusumayudha, SH. Praktisi Hukum

Dalam melakukan perjanjian, maka terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar perjanjian tersebut sah dan mengikat pengusaha dan pekerja, yaitu:
a. kesepakatan kedua belah pihak;
b. kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum;
c. adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan
d. pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam Pasal 54 ayat (1) UU Ketenagakerjaan diuraikan lebih rinci mengenai hal-hal apa saja yang sekurang-kurangnya harus ada dalam perjanjian kerja, yaitu:

a. nama, alamat perusahaan, dan jenis usaha;
b. nama, jenis kelamin, umur, dan alamat pekerja/buruh;
c. jabatan atau jenis pekerjaan;
d. tempat pekerjaan;
e. besarnya upah dan cara pembayarannya;
f. syarat-syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban pengusaha dan pekerja/buruh;
g. mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja;
h. tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat; dan
i. tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja.

Selain isi perjanjian kerja, hal lain yang harus dicermati adalah jika Anda dipekerjakan dengan PKWT atau istilahnya karyawan kontrak, maka perjanjian kerjanya harus dinyatakan secara tertulis. Jika tidak, secara otomatis PKWT tersebut menjadi PKWTT.

Sedangkan untuk PKWTT, perjanjian kerjanya tidak harus tertulis. Akan tetapi, jika dibuat secara lisan, maka pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja/buruh yang bersangkutan.

Kemudian, perjanjian kerja Anda harus dibuat sekurang kurangnya rangkap 2 (dua), yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. Pekerja/buruh dan pengusaha masing-masing mendapat 1 (satu) perjanjian kerja.

Hal lainnya yang perlu Anda tahu adalah segala hal dan/atau biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan pembuatan perjanjian kerja dilaksanakan oleh dan menjadi tanggung jawab pengusaha.

 

Baca juga

Ini Aturan Bagi Karyawan Yang Tidak Masuk Kerja Selama 5 Hari Berturut-Turut

Top