Location
Home > News > Menperin Sebut Era Ekonomi Digital Sebagai Wujud Ekonomi Gotong Royong

Menperin Sebut Era Ekonomi Digital Sebagai Wujud Ekonomi Gotong Royong

Ilustrasi Platform e-Commerce

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut bahwa era ekonomi digital merupakan wujud ekonomi gotong royong yang sesugguhnya. Pasalnya melalui e-commerce itulah orang-orang berkumpul dengan membawa produk masing-masing sehingga tercapai keuntungan dengan inovasi teknologi digital sebagai mediasinya.

“Era ekonomi digital seperti sekarang ini merupakan wujud ekonomi gotong royong yang sesungguhnya dan konkret,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Syukuran 8 Tahun Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/1) malam. Ia menyebutkan, lewat e-commerce orang-orang berkumpul dengan membawa produk mereka masing-masing sehingga tercapai keuntungan. Dengan terobosan inovasi teknologi digital, biaya intermediasi bisa jadi nol.

Oleh karena itu, menurut Menperin, sektor manufaktur nasional khususnya skala kecil dan menengah harus dipacu untuk bertransformasi menuju “Industri Zaman Now” atau industri yang terintegrasi dengan infrastruktur digital. “Hal ini sesuai yang ditegaskan Bapak Presiden Jokowi, bahwa Industry 4.0 atau Industri Zaman Now akan menjadi salah satu faktor pendorong ekonomi,” ujarnya.

Guna mewujudkan tujuan tersebut, Kemenperin telah meluncurkan sistem terpadu melalui e-Smart IKM, sebagai basis data yang terjalin dengan marketplace di Indonesia.

“Sistem ini dapat meningkatkan akses pasar, akses bahan baku dan memberikan panduan bagi pengambil kebijakan,” tutur Airlangga.

Program e-Smart IKM yang juga telah bekerjasama dengan Bukalapak, hingga tahun 2017 sudah tercatat lebih dari 1730 pelaku IKM yang tergabung dari 23 provinsi. Di tahun 2018, workshop e-Smart IKM akan kembali dilaksanakan dengan target peserta sebanyak 4000 pelaku IKM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Selanjutnya, tahun 2019, jumlah yang terlibat diharapkan mencapai 5000 pelaku IKM. Sehingga pada tahun depan, sudah ada lebih dari 10.000 pelaku IKM yang tergabung di dalam sistem e-Smart IKM.

“Dalam program ini juga mendorong para pelaku IKM agar melakukan terobosan inovasi, dengan memperbaiki produk, pengembangan desain, serta mengikuti pendidikan dan pelatihan,” imbuhnya.

Menperin pun meminta kepada generasi muda Indonesia harus mampu bergaul dalam bahasa digital. “Minimal menguasai tiga hal, yaitu bahasa Inggris, statistik, dan koding. Ini bisa dipelajari dalam enam bulan. Kami yakin, Indonesia siap menjadi solusi dalam digital ekonomi,” tegasnya.

 

Kemenperin

Top