Location
Home > News > Politeknik Industri Logam Morowali Berpotensi Menjadi Pusat Inovasi Teknologi Nikel

Politeknik Industri Logam Morowali Berpotensi Menjadi Pusat Inovasi Teknologi Nikel

Menperin Airlangga Hartarto Resmikan Politeknik Industri Logam Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (18/9).

MOROWALI, INDUSTRIAMAGZ – Menteri Perindustrian Airlangga Hartato meresmikan Politeknik Industri Logam Morowali yang  akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel di Kendari Sulawesi Tenggara.

Airlangga menilai penyiapan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil adalah faktor yang paling penting dalam memacu pertumbuhan. Wilayah Kendari Sulawesi Tenggara sendiri sangat berpotensi menjadi pusat inovasi dan teknologi produk berbasis nikel.

“Pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat membangun Sekolah Tinggi Politeknik Industri Logam Morowali untuk melaksanakan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Selain itu kampus ini akan melakukan pengembangan riset-riset terapan yang bekerja sama dengan sektor industri,” kata Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Peresmian Politeknik Industri Logam Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (18/9).

Pembangunan Politeknik Industri Logam Morowali, Kemenperin telah bekerjasama lintas sektor termasuk dengan  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Politeknik seluas 30 ha ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan penelitian yang lengkap. diantaranya, ruang kelas, laboratorium, bengkel kerja, pusat inovasi, gedung direktorat, dan perpustakaan. Sarana penunjang tersebut untuk mempercepat proses alih teknologi dan menjadikan sebagai center of excellence industri nikel di wilayah timur Indonesia.

Menperin berharap, dibangunnya Politeknik Industri Logam Morowali  dapat membantu memberdayakan masyarakat lokal agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pada sektor industri dan meningkatan ekonomi Kendari khususnya dan di Sulawesi Tenggara pada umumnya.

Sementara Chairman Indonesia Morowali Industrial Park, Halim Mina memproyeksikan, Kawasan Industri Morowali akan membutuhkan tenaga kerja langsung sebanyak 25 ribu orang dengan jenjang D-III dan D-IV pada tahun 2025. “Kami membutuhkan banyak tenaga kerja profesional pada level supervisi. Diharapkan, Politeknik Industri Logam Morowali menghasilkan anak-anak bangsa yang dapat menguasai kemampuan teknologi pembuatan pabrik yang ada di kawasan industri ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memberikan materi kuliah perdana kepada para mahasiswa angkatan pertama Politeknik Industri Logam Morowali.

“Kami memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Kemenperin yang memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Logam Morowali ini karena telah melibatkan industrinya dengan dunia pendidikan. Pasalnya, negara dan industri bisa maju kalau sumber daya manusianya berkualitas baik. Dan, sekali lagi, kami selaku kementerian di bidang pendidikan tinggi sangat mendukung langkah yang diinisiasi oleh Kemenperin ini untuk mengembangkan akademik,” papar Menristekdikti, Mohamad Nasir.

Top