Location
Home > Sektor > Makanan dan Minuman > Industri Minuman Ringan Tumbuh 7,69 Persen

Industri Minuman Ringan Tumbuh 7,69 Persen

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Industri makanan dan minuman nasional semakin menguatkan daya saingnya dalam mengisi rantai pasok pasar domestik dan ekspor. Hal ini ditandai dengan penambahan kapasitas produksi pada sejumlah produsen industri minuman ringan. Penambahan kapasitas itu tercermin dari kinerja pertumbuhan industri ini pada semester I 2017 yang mencapai 7,69 persen. Adapun kontribusinya terhadap PDB nasional sebesar 6,06 persen.

Salah satu produsen industri minuman ringan yang cukup banyak menambah produksinya adalah Coca Cola. “Kami memberikan apresiasi kepada pelopor dalam industri minuman ringan di Indonesia yang selama ini turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto. Panggah baru saja mengunjungi pabrik baru Coca-Cola Amatil Indonesia, di Medan, Sumatera Utara, kemarin, 30 Agustus 2017.

Menurut Panggah, peran subsektor industri makanan dan minuman dalam memberikan sumbangan pada PDB industri nonmigas, juga terbesar dibandingkan subsektor lainnya, yaitu mencapai 33,63 persen pada semester I 2017. Realisasi investasi di sektor industri makanan dan minuman pada periode yang sama juga fantastis yakni sebesar Rp 21,6 triliun untuk PMDN dan US$ 1,18 miliar untuk PMA.

Dengan kinerja yang gemilang tersebut, Panggah aktif mendorong agar para pelaku industri makanan dan minuman lokal tetap berupaya untuk meningkatkan mutu, produktivitas, dan efisiensi diseluruh rangkaian proses produksi. Diperlukan pula peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan.

Adapun Direktur Supply Chain Coca-Cola Amatil Indonesia, Gigy Philip menerangkan bahwa perusahaan terus berkomitmen meningkatkan investasi hingga US$ 300 juta dalam tiga tahun ke depan. “Kami telah berinvestasi di Indonesia mencapai US$ 445 juta pada 2012-2017 dengan jumlah karyawan sebanyak 11 ribu orang,” kata dia.

Pada Maret 2017, Coca-Cola Amatil Indonesia telah meresmikan pengoperasian fasilitas produksi dan pusat distribusi perusahaan di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, dengan nilai investasi mencapai US$ 42 juta. Untuk ekspansi di Medan, Coca-Cola Amatil Indonesia menggelontorkan dana senilai US$ 20 juta untuk membangun lima lini produksi yang mampu menghasilkan 150 juta botol per tahun. Jumlah itu untuk didistribusi ke seluruh wilayah di Pulau Sumatera, antara lain Aceh, Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Jambi.

TRIVIA | KEMENPERIN

Baca juga:
Industri Makanan Indonesia Masuki Pasar Eropa

Top