Location
Home > Bisnis View > Manajemen > Mesti Lakukan 12 Hal Ini untuk Menjadi Pemimpin Hebat

Mesti Lakukan 12 Hal Ini untuk Menjadi Pemimpin Hebat

Sumber foto: udemy.com

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Mendeskripsikan soal kepemimpinan yang hebat bukan hal yang mudah. Kita bisa mengetahui bahwa si A adalah pemimpin yang hebat setelah berada di bawah manajerialnya, tapi tak benar-benar tahu hal efektif apa yang dilakukannya untuk perusahaan.

Namun setidaknya ada 12 kebiasaan menurut pakar manajemen, Travis Bradberry, yang idealnya dilakukan pemimpin yang baik. Kendati sifatnya dinamis, tapi poin-poin kepemimpinan yang baik saling berhubungan atau terintegrasi.

1.Keberanian
Filsuf Aristoteles pernah berkata, keberanian adalah kebajikan pertama yang membuat segala kebaikan mungkin terjadi. Pada awalnya, seorang pekerja akan terlebih dulu melihat apakah pemimpin mereka punya keberanian. Baru setelahnya, mereka memutuskan untuk mengikuti petunjuk pimpinan ataukah tidak. Pekerja senang dengan sosok pemimpin yang bisa mengambil keputusan sulit, mementingkan kebaikan timnya, serta tetap bertahan di kondisi sulit. Jika pemimpin mereka berani, pekerja pun akan punya keberanian yang sama.

2. Komunikasi yang Efektif
Ini adalah hal yang sangat riil untuk dilakukan seorang pemimpin. Selain begitu fundamental, karena pemimpin tak bakal jadi besar bila tak punya kemampuan berkomunikasi yang baik. Komunikator yang baik tentunya juga bakal menginspirasi banyak orang, karena bisa membuat hubungan dengan bawahan menjadi “nyata”, emosional, personal, dan mengurangi jarak.

3. Tak pelit pujian
Sudah pasti bahwa seorang pemimpin yang baik adalah yang dermawan soal apresiasi, dan tak ingin dampak kesuksesan hanya mengenainya. Karena itu sebaiknya pemimpin juga rajin menyemangati karyawannya untuk mencapai target personal, tak hanya untuk perusahaan.

4. Kerendahan hati
Artinya, pemimpin mesti mengurangi porsi memikirkan dirinya sendiri, tapi mulai memikirkan orang lain dalam hal ini bawahannya. Pemimpin yang baik tentunya yang rendah hati, tidak merasa lebih baik dibanding bawahannya, dan tak segan untuk membantu meringankan tugas pekerjanya sekali pun itu terasa “remeh” untuknya.

5. Kesadaran diri
Kesadaran diri adalah dasar dari kecerdasan emosional. Pemimpin yang punya kesadaran tinggi dinilai punya gaya kepemimpinan yang jelas dan akurat, dan bisa mengetahui jelas kelebihan dan kelemahan dirinya. Pemimpin yang baik juga mesti tahu strategi efektif untuk mengubah kekurangan dirinya menjadi faedah untuk perusahaan.

6. Menjadi cermin
Pernah dengar ujaran, cara kita memandang seseorang adalah cara kita bersikap padanya, dan cara kita bersikap pada orang lain akan menentukan sikapnya pada kita? Nah, cobalah perlakukan orang lain dengan baik bila ingin mendapat perlakuan yang sama. Bila Anda membahagiakan pekerja Anda, maka mereka pun akan berlaku yang sama. Ingat juga bahwa pekerja Anda punya karakter berbeda, dan Anda perlu memahami itu. Ada yang suka jadi pusat perhatian, tapi ada yang malah membencinya.

7. Semangat
Bos Facebook, Mark Zuckerberg pernah berkata. Bila kita bekerja sesuai passion, bahkan kita tak perlu punya masterplan rencana pekerjaan. Percayalah, semangat dan antusiasme itu menular. Begitu pula kebosanan dan apatisme. Tak ada pekerja yang ingin bosnya tak punya keyakinan dan semangat akan pekerjaannya.

8. Punya visi jelas
Pemimpin yang hebat punya visi yang jelas, kendati itu saja tak cukup untuk membawa tim dan perusahaan Anda jadi lebih baik. Visi yang jelas mesti ditopang usaha yang keras dan penjelasan yang lengkap sehingga pekerja merasa bahwa mereka bagian dari rencana besar Anda.

9. Otentisitas
Ini menjurus pada sikap jujur dan apa adanya, tak semata urusan kata dan perilaku tapi juga soal siapa diri Anda. Ketika Anda bersikap apa adanya, maka otomatis kata dan perilaku Anda pun akan demikian. Pekerja pun akan lebih senang jika atasan mereka bersikap transparan dan terbuka.

10.Tidak membuat jarak
Jika ingin menjadi pemimpin yang baik, Anda tak boleh antikritik. Pekerja suka pada atasan yang suka akan tantangan, terbuka akan masukan dan sudut pandang, bahkan yang berbeda dari pemikirannya. Pemimpin yang baik juga mestinya membuat suasana kerja yang nyaman untuk bicara apa adanya, bertukar sudut pandang, dan saling bertanya untuk memproduksi ide-ide baru.

11. Akuntabilitas
Pemimpin yang baik, pastinya, selalu bisa menjadi tumpuan anak buahnya. Ia tak suka menimpakan kesalahan, dan tak malu mengakui kegagalan. Pemimpin yang baik juga tak takut untuk meminta dukungan dan kepercayaan anak buahnya.

12. Tahu arah
Tak hanya tahu visi, pemimpin yang hebat juga tahu dan bisa memberi pemahaman soal alasannya mengambil satu keputusan. Pekerja senang menjadi bagian dari hal besar, dan pemimpin yang hebat tahu cara dan bisa memberikan perasaan itu.

TRIVIA | THE HUFFINGTON POST

Top