Location
Home > News > Pemerintah Genjot Daya Saing Ribuan Industri Kecil dan Menengah

Pemerintah Genjot Daya Saing Ribuan Industri Kecil dan Menengah

Industri mainan. Sumber: surabaya.bisnis.com

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Program prioritas untuk menumbuhkan populasi industri terus dikebut pemerintah. Itu terlihat dari penambahan sejumlah sektor industri hingga Juni 2017 yang mengalami perkembangan signifikan, salah satunya bidang manufaktur.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, sektor manufaktur kini mencapai 572 industri skala besar dan sedang. Angka itu berasal dari investasi baru maupun perluasan usaha. “Walaupun upaya penumbuhan populasi industri ini tidak terkait dengan penyerapan anggaran, namun dari segi fasilitas, insentif turut mendorong investasi,” kata Airlangga melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 17 Agustus 2017.

Hingga Juni 2017, nilai investasi sektor industri untuk Penanaman Modal Asing sebesar US$ 7,06 miliar. Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp 52,11 triliun yang meliputi 8.421 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun sasaran penumbuhan populasi industri pada 2018, untuk industri besar dan sedang, diproyeksi mencapai 2.047 perusahaan. Angka itu meliputi sektor industri agro, industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, serta industri kimia, barang non logam, tekstil dan aneka. “Kami juga mendorong penumbuhan populasi IKM melalui pelatihan atau bimbingan teknis kewirausahaan dan teknis produksi, bantuan start-up capital, dan pendampingan 1.100 IKM, serta revitalisasi sentra IKM pada tahun depan,” kata Airlangga.

Berdasarkan data UNIDO, kekuatan nilai tambah industri manufaktur di Indonesia menempati peringkat 10 besar di dunia. Capaian tersebut menunjukkan investasi di sektor industri terus tumbuh. Airlangga mencontohkan investasi dari industri pulp and paper di Riau dan Sumatera Selatan yang cukup besar.

Bahkan, daya saing industri makanan dan minuman nasional berada di posisi empat besar dunia. Demikian pula produktivitas industri dalam negeri untuk sektor sepatu dan pakaian olahraga yang angkanya sudah melewati produksi Tiongkok. “Kinerja industri kita yang gemilang ini juga ikut meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Contohnya, investasi di industri otomotif yang mencapai Rp 16 triliun, tenaga kerjanya 5 ribu orang,” kata dia

Menurut Airlangga, produktivitas industri semen nasional dalam kurun waktu 2-3 tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dengan kapasitas 100 juta ton per tahun. Angka itu jauh di atas produksi Jepang. “Kami juga telah menyusun roadmap pengembangan industri baja, yang salah satu targetnya adalah membangun klaster di Cilegon untuk mencapai produksi 10 juta ton baja per tahun,” jelasnya.

TRIVIA

Baca juga:
Pemerintah Ajak Santri Bantu Industri Kecil dan Menengah

Top