Location
Home > News > Chandra Asri Terbitkan Saham Baru Sebesar Rp 5.035,3 Miliar

Chandra Asri Terbitkan Saham Baru Sebesar Rp 5.035,3 Miliar

PT Chandra Asri Petrochemical baru saja menerbitkan saham untuk belanja modal

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Perusahaan petrokimia Indonesia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, menerbitkan saham baru. Perseroan telah mengantongi surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan terkait Penawaran Umum Terbatas II untuk penambahan modal dengan memberikan rights issue. Deutsche Bank AG, cabang Hong Kong selaku Sole Global Coordinator menyebut transaksi ini sebagai yang terbesar di Indonesia sepanjang 2017.

Sebanyak 279.741.494 saham baru dengan seharga Rp 1000 per lembarnya dilepas oleh Chandra Asli. Adapun setiap pemegang 47 saham lama berhak atas empat HMETD (rights). Setiap satu HMETD memiliki hak untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp 18 ribu. Dari proses ini, Chandra Asri diperkirakan meraup sekitar Rp 5 triliun.

Perseroan rencananya akan menggunakan dana hasil rights issue untuk membiayai belanja modal penambahan kapasitas produksi dan/atau diversifikasi produk. Lebih lanjut, aksi korporasi ini adalah untuk memenuhi persyaratan minimum saham free float sesuai Ketentuan V.1 Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A.

Aksi Chandra Asri ini mendapat sambutan hangat pasar. Buktinya, sampai ada kelebihan permintaan. Presiden Direktur Chandra Asri pun mengapresiasi positif sikap pasar. “Dengan pendalaman dan profil investor baru ini akan menjadi dasar yang lebih kuat bagi Chandra Asri untuk memperluas jejak langkah petrokimia di Indonesia dan realisasi kompleks petrokimia kedua di masa depan,” ujarnya.

Dalam aksi korporasi ini, pemegang saham yakni PT Barito Pacific Tbk, Marigold Resources Pte. Ltd., dan Prajogo Pangestu tidak akan melaksanakan HMETD nya. Sedangkan pemegang saham SCG Chemicals Co., Ltd. bermaksud untuk melaksanakan seluruh haknya. Adapun yang bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) adalah PT Mandiri Sekuritas.

Selain untuk memenuhi persyaratan free float 7,5% dari Bursa Efek Indonesia, rights issue dilakukan sebagai langkah Perseroan untuk memperluas basis investor sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan, memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan publik, dan semakin mengembangkan akses Perseroan ke pasar modal domestik maupun luar negeri.

Chandra Asri memproduksi olefin (ethylene, propylene, butadiene dan produk-produk sampingan seperti pygas dan mixed C4), produk-produk sampingan ethylene seperti polyethylene, styrene monomer dan produk-produk turunan lainnya seperti ethyl benzene, toluene, dan benzene toluene mixture, serta produk turunan propylene, yaitu polypropylene.

Chandra Asri memiliki pabrik di Ciwandan, Cilegon, Banten. Entitas Anak Perseroan, yakni PT Styrindo Mono Indonesia, PT Petrokimia Butadiene Indonesia, Altus Capital Pte. Ltd, dan PT Redeco Petrolin Utama bergerak di bidang produksi yang berbeda. Di antaranya styrene monomer dan produksi ethylbenzene, industri butadiene, keuangan, dan jasa tangki penyimpanan.

TRIVIA

Top