Location
Home > Sektor > Teknologi > China Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Mendominasi Ekonomi Dunia

China Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Mendominasi Ekonomi Dunia

Robot Pintar Merevolusi Industri

Robot - Kecerdasan Buatan

CIKARANG, INDUSTRIAMAGZ – Dunia barat boleh saja menjadi penemu teknologi kecerdasan buatan. Tetapi, China adalah negara yang berkomitmen menjadikan kecerdasan buatan untuk mendominasi ekonomi global di masa depan.

Dalam sebuah pernyataan kabinet yang dirilis Kamis (20/7), para pemimpin komunis China melihat kecerdasan buatan sebagai kunci untuk membuat negara tersebut  memiliki “kekuatan ekonomi”. Dewan menyerukan pengembangan keterampilan dan sumber daya penelitian dan pendidikan untuk mencapai terobosan dalam kecerdasan buatan. Mereka menyarankan teknologi berbasis kecerdasan buatan ini diterapkan di berbagai industri seperti manufaktur, pertanian, logistik, hingga keuangan.

Dewan menginginkan perkembangan China setara dengan negara-negara di belahan bumi lainnya pada 2020. Kemudian, China harus membuat terobosan besar dalam teknologi kecerdasan buatan di tahun 2025. Akhirnya, pada 2030, teknologi kecerdasan buatan telah menjadi dasar dari dominasi ekonomi China di dunia. “Pada 2030, negara kita akan memimpin dalam teori, teknologi dan aolikasi kecerdasan buatan, dan menjadi pusat utama inovasi kecerdasan buatan,” demikian pernyataan dewan.

Kecerdasan buatan adalah salah satu bidang yang muncul bersama dengan energi terbarukan, robotika dan mobil listrik. Para pemimpin komunis berharap langkah ini bisa segera mengubah China dari negara dengan buruh pabrik dan petani menjadi pelopor teknologi.

Perkembangan kecerdasan buatan di China sudah sesuai jalur yang diinginkan. Perusahaan teknologi, startup, dan laboratorium penelitian profesional di China punya fokus yang jelas terkait pengembangan kecerdasan buatan. Mereka memperkuat penelitian dasar dan mengembangkan aplikasi kecerdasan buatan secara bersamaan. Memang, perkembangan di laboratorium China tidak sebaik di Amerika. Tapi, para peneliti China terus mengejar ketinggalannya.

Saat periset Amerika baru menerima penghargaan karena mengembangkan algoritma dan teknik mutakhir, perusahaan China telah mahir mengkomersialkan teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan China bahkan bersedia untuk berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan mendasar.

Saat ini, perusahaan China seperti Tencent Ltd., Baidu Inc. dan Alibaba Group menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan kecerdasan buatan untuk pembiayaan konsumen, e-commerce, mobil pintar dan aplikasi lainnya. Pabrik manufaktur juga telah memasang robot dan mesin otomatis lainnya untuk mengatasi kenaikan biaya tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi.

 

EKA UTAMI | TECHNOLOGY REVIEW | CNBC

Top