Location
Home > Sektor > Otomotif > Video Digital Bisa Mendorong Industri Otomotif Indonesia

Video Digital Bisa Mendorong Industri Otomotif Indonesia

Video Digital

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Para pengiklan di industri otomotif bisa memanfaatkan video digital untuk terhubung dengan konsumen generasi milenial. Pemanfaatan platform digital ini bisa menjadi jawaban dari tantangan yang dihadapi para dealer untuk meningkatkan kunjungan offline visit ke showroom. “Para pengiklan di industri otomotif saat ini perlu terhubung dengan konsumen yang senantiasa on-the-go, dan langsung menunjukkan konten iklannya ke hadapan mereka,” kata Ade Parulian Sitorus, Demand Facilitation Director SpotX for Indonesia dalam siaran pers, Senin (17/7).

Untuk itu, SpotX mengeluarkan whitepaper yang terfokus pada peluang dan tantangan yang dihadapi oleh sektor otomotif secara global. Selain itu, whitepaper juga memuat informasi dan pemahaman terhadap bagaimana menggunakan digital video untuk membentuk keterlibatan konsumen secara lebih baik dengan pelanggan mereka dalam waktu dan momen yang tepat. Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia menghabiskan waktu menonton berbagai jenis konten video, sekarang saatnya bagi pasar dan pengiklan untuk terlibat lebih dalam lagi dengan para pembeli produk otomotif melalui platform digital.

Selama ini, kendaraan Low-Cost Green Car (LCGC) dan SUV telah sukses menemukan pasarnya sendiri. Kendaraan roda empat yang awalnya dirancang untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kini telah dikembangnkan. Produsen otomotif menawarkan fitur-fitur ekstra pada LCGC untuk membuat kendaraan tersebut lebih bergaya sehingga menarik pembeli profesional di generasi milenial. Jadi, iklan otomotif dalam bentuk video digital bisa dimanfaatkan untuk menggaet pasar anak muda. Segmen kendaraan berpenumpang dalam sebuah iklan otomotif akan tetap menarik untuk 5 tahun ke depan. Pertumbuhan tertinggi dari kontribusi dalam segmen LCGC pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CGAR) 8.1% hingga tahun 2020.

Masalahnya, generasi milenial tidak dapat mentoleransi waktu proses pembelian mobil dari suatu dealer yang bisa memakan 4 jam. Pembeli mobil di generasi milenial biasanya melakukan riset terlebih dahulu, mengamati pendapat masyarakat umum mengenai kendaraan, atau memiliki rasa emosional terhadap suatu brand. Juga, para pembeli pada saat ini telah mengubah perilaku membeli mobil yang mana banyak dari mereka melakukan riset online terhadap beberapa brand terlebih dahulu sebelum mereka menginjakkan kaki di dealership.

Maka, dealer harus berusaha meningkatkan offline visit ke showroom untuk membeli sebuah mobil. Dengan menggunakan video online, penjual bisa mengukur hasil dari spend terhadap iklan mereka secara nyata. Mereka dapat melacak Indikator Kinerja Utama (KPI) dalam online dan offline seperti website visits, online inventory searches, dealership visits, service department visits. Pada akhirnya, video digital diharapkan bisa meningkatkan angka penjualan.

 

EKA UTAMI

 

Top