Location
Home > Sektor > Keuangan > Jaksa dan TNI Ikut Berantas Impor Ilegal

Jaksa dan TNI Ikut Berantas Impor Ilegal

CIKARANG, INDUSTRIAMAGZ – Serbuan produk impor ilegal ke Tanah Air terus menjadi perhatian pemerintah di tengah upaya membangun daya saing industri dalam negeri. Hal ini karena pemerintah menganggap produk impor ilegal membahayakan target pencapaian kebijakan, bahkan bisa mengganggu perekonomian negara.

Tren masuknya impor ilegal di Indonesia terus meningkat, seiring berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kendati sejauh ini, angkanya masih tergolong rendah yakni 4,7 persen.

Oleh karena itu pemerintah membentuk satugan tugas (satgas) khusus untuk memberantas praktek-praktek impor ilegal. Satgas tersebut akan beranggotakan tim dari Kementerian Keuangan, Kepolisian Republik Indonesia, TNI, Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kantor Staf Presiden (KSP), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, penegak hukum terlibat dalam Satgas karena ada indikasi serangan produk impor terjadi lantaran para importir nakal bekerjasama dengan oknum pemerintah. “Jangan ada lagi yang mengatakan kami tidak bisa menertibkan karena oknum dibekingi lembaga lain,” ujar Sri dalam siaran persnya kemarin, 12 Juli 2017.

Adapun menurut Jaksa Agung M Prasetyo, pemberantasan kegiatan impor ilegal terkesan parsial karena setiap lembaga bekerja sendiri-sendiri. Padahal kegiatan impor ilegal sendiri telah menabrak sejumlah aturan lintas lembaga, mulai dari perpajakan, penyelundupan, perdagangan ilegal, bahkan mungkin hingga ke tahap pencucian uang.

“Kita berharap dengan adanya Satgas, upaya pencegahan dan penindakan impor bisa lebih optimal, dan para punya ruang gerak lagi untuk kabur dari hukum,” kata Jaksa Agung.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga menganggap persoalan impor ini cukup serius. Sebab impor ilegal tak hanya mengganggu perekonomian negara, tapi membuat ketidakseimbangan dalam persaingan usaha, bahkan merusak institusi pemerintahan. “Industri-industri kita akan hancur. Bahkan akan mati karena kalah bersaing dengan barang-barang impor ilegal dan juga bisa ada rekayasa,” kata dia.

Solusinya, adalah dengan meningkatkan pengawasan terhadap barang atau komoditas yang masuk ke Tanah Air. Adapun TNI, lanjut Gatot, akan mendukung pengawasan yang dikomandoi Direktorat Jenderal Bea Cukai tersebut melalui satuan-satuan yang ada di tubuh TNI.

“Untuk mendukung keberhasilan ini bukan hanya kapal laut ya, tapi juga melibatkan intelijen dan POM TNI untuk benar-benar mengawasi pelaksanaannya,” ujar Gatot.

TRIVIA

 

 

Baca Juga :

1.500 Importir Nakal Rugikan Negara

Top