Location
Home > Sektor > Energi > Jokowi Bicara Langkah Antisipasi Perubahan Iklim di Forum G20

Jokowi Bicara Langkah Antisipasi Perubahan Iklim di Forum G20

JAKARTA, INDUSTRIAMAGZ – Perkembangan industri membuat suhu bumi memanas. Akibatnya terjadi pemanasan global yang menyebabkan kenaikan air laut. Global Warming akhirnya mengancam ketersediaan makanan, air, tempat tinggal, energi, serta berdampak buruk pada kesehatan dan ekonomi. Para pemimpin dunia sudah menyadari hal ini dan mengadakan Konferensi Perubahan Iklim pada 2015. Sebanyak 144 negara sepakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pasca 2020 dan berupaya menekan hingga 1.5 derajat Celcius di atas suhu bumi pada masa pra-industri.

Tema perubahan iklim kembali diangkat pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hamburg, Jerman tahun ini. Presiden Joko Widodo yang mendapat kesempatan berbicara di Leaders Retreat Sesi II menyampaikan kembali komitmen Indonesia terhadap implementasi Paris Agreement. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi perubahan iklim. Untuk itu, Indonesia akan melakukan berbagai langkah antisipasi perubahan iklim antara lain dengan memperpanjang moratorium pembukaan lahan baru.

Selain itu, kata Jokowi, Indonesia juga akan membentuk Badan Restorasi Gambut untuk memperbaiki dua juta hektare gambut dalam lima tahun. Indonesia juga berjanji memperkuat upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan. “Indonesia juga melakukan pengurangan sampah dengan reduce-reuse-recycle sebesar 30 persen pada tahun 2025 dan menetapkan target mengurangi sampah plastik laut (marine plastic debris) sebesar 70 persen hingga tahun 2025,” demikian pernyataan Presiden Jokowi sebagaimana keterangan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (8/7).

Sementara itu dalam proses transisi energi, Indonesia bekomitmen memperbesar porsi energi terbarukan. Caranya dengan meningkatkan penggunaan biofuels dengan tetap berkomitmen pada mitigasi perubahan iklim. Akhir kata, Presiden berharap negara-negara G20, tidak mundur dari komitmen Agenda 2030 yakni tentang pengendalian perubahan iklim dan transisi energi.

 

Top